Sabtu, 29 November 2014

Jurnal Amerika Dalam Pengobatan Rumah Sakit Dan Peringanan



JURNAL AMERIKA DALAM PENGOBATAN RUMAH SAKIT DAN PERINGANAN

Pasien Yahudi Dan Dehidrasi Terminal: Dilemma Etika Rumah Sakit

Janet Bodell, SFO, RN, BS
Marie-Ange Weng, RN, Ph.D

Inti sari

Secara budaya perawatan merawat cakap mengenai dilemma etika dehidrasi akhir (menahan atau menarik makanan dan cairan) bagi pasien rumah sakit Yahudi meliputi menerapkan prinsip etika keadilan, otonomi, bermurah hati, dan tidak merugikan kepada campur tangan perawatan dengan mengidentifikasi hasil yang berfokus pada orang Yahudi yang bernilai tinggi dalam kehidupan; mengabaikan stereotype (meniru-niru) sebagaimana itu berarti orang Yahudi; pengetahuan macam-macam tradisi orang Yahudi kematian dan sekarat; dan komunikasi yang baik dengan pasien dan keluarganya.

Pendahuluan

Dalam lingkungan pergaulan plural di United States, industri rumah sakit secara aktif mencoba menyediakan perawatan cakap secara budaya untuk sakit dengan terminal. Sejak “keinginan menaruh orang itu yang berbeda dari diri orang itu sendiri dalam kategori . . . mengakibatkan pembebasan”, tantangan bagi perawatan rumah sakit dalam merawat bagi pasien orang Yahudi adalah kompleks, khususnya ketika dihadirkan dengan masalah dehidrasi terminal. Bagi pasien orang Yahudi, sebagai bagian dari budaya pernyataan-kehidupan secara kuat, dehidrasi terminal menyajikan dilemma etika untuk perawatan akhir hidup. Perawatan rumah sakit harus memperhatikan sejarah, budaya, dan pandangan theologi orang Yahudi ketika terkait dengan pasien individual ketika membantu pasien dan keluarganya dalam membuat atau menolak pilihan ini.

Pandangan komunitas orang Yahudi

Di United States
menurut sejarah, orang Yahudi belajar membawa tradisi mereka benar-benar dengan kehidupan hidup mereka dalam komunitas, merawat milik mereka. “itu tidak terjadi lagi bagaimanapun. Keluarga Yahudi tersebar dan komunitas tertebar”. Maka, adalah mungkin mengantisipasi perawatan bagi orang Yahudi dalam industri rumah sakit sekuler.
Juga, tergantung pada perpindahan tertentu dimana Yahudi mungkin seharusnya (Orthodox, Konservatif, Reformis, Rekonstruksionis), tidak semua pengikut komunitas agama tertentu perlu tongkat untuk semua aturan dan kebiasaan. “Yahudi bukan-Orthodox . . . cenderung memandang Halachah (hukum Yahudi tradisional) sebagai pokok preferensi dan panduan daripada amanah”. Kemudian, Neurberger menunjukkan:
Sebagian besar Yahudi dimanapun menganggap diri mereka sendiri sebagai orang Yahudi dengan masa kedewasaan daripada dengan agama . . . sebagai tambahan, pernyataan hidup yang teruntai dalam Judaisme sangat kuat, bahkan diantara mereka yang tidak dipengaruhi dari agama itu sendiri . . .
Dennis mengaitkan bahwa, setidaknya di US, “Keyahudian mungkin memainkan peran besar dalam kehidupan mereka daripada agama”.
Menahan atau Menarik
Dehidrasi terminal, i.e., menahan atau menarik makanan dan cairan sebagai alat untuk membolehkan pasien sakit dengan terminal untuk mati, memiliki keengganan tertentu untuk populasi orang Yahudi karena nilai Yahudi memberi kehidupan dan makanan sebagai penopang-hidup, penyembuhan, dan agen kesenangan; jalur yang baik diantara tentang penopang-hidup lawan tentang memperpanjang-kematian; dan, akhirnya, pandangan konflik dalam macam-macam sekte Yahudi.
Karena pengalaman sejarah dalam penderitaan dibawah kondisi kemiskinan di kampung Yahudi Eropa Timur dan Kamp konsentrasi Nazi Jerman, makanan sangat terkait dengan nilai kehidupan bagi kebanyakan Yahudi. Juga, dari masa “abad ke 21 doketer filosof, Moses Ben Maimon (Maimonides) . . . sup ayam . . . telah mencapai status gurauan yang ada diantara orang Yahudi” sebagai agen penyembuhan. “makanan [secara umum] memainkan sebagian besar dalam agama bangsa Judaisme”.
Yang kedua, Taurat memerintahkan orang Yahudi “untuk memilih hidup”. Itu mungkin sulit untuk memastikan tentang penopang-hidup lawan dimana mungkin memperpanjang kematian”. Hukum Yahudi menyatakan bahwa ‘diijinkan untuk menghilangkan kesukaran sekarat”. Tetapi, pada sisi lain, itu berbicara dalam hal tugas dan disini ada tugas untuk hidup jika semua mungkin.
Diamant memberi contoh hanya bagaimana penting ini bagi orang Yahudi menopang kehidupan:
Prinsip agama dalam memelihara hidup manusia (p’kuach nefesh) dianggap amanah utama. Seorang Yahudi mungkin mematahkan setiap hukum Yahudi – makan daging babi, bekerja di hari Sabat – jika itu mungkin menyelamatkan kehidupan atau memajukan pemulihan seseorang yang sakit.
Gordon menentang ahli etika biomedis yang mempertimbangkan therapi dalam pembuluh darah dan makanan pembuluh  menjadi bentuk perawatan medis (obat) dengan posisi orang Yahudi yang tidak jelas dan banyak yang diperdebatkan dalam dan diantara macam-macam sekte. Beberapa otoritas rabbinical (kenabian) membedakan diantara “nutrisi dan hidrasi” yang diperlukan oleh semua makhluk hidup dan “ilmu kedokteran”.  Ada orang Yahudi mengatakan, menyatakan siswa rabbinical, “jika kamu memiliki dua orang Yahudi memperdebatkan sebuah masalah, kamu akan berakhir dengan tiga opini!” “mereka yang mengambil warisan orang Yahudi mereka secara serius, akan terus tidak setuju dengan orang lain”.

Pasien Orang Yahudi Dalam Industri Rumah Sakit US

Pandangan Kematian Orang Yahudi
“tradisi [orang Yahudi] memandang kematian sebagai bagian kehidupan dan mengajarkan ada ‘waktu untuk mati’”. Akan tetapi, ketika seseorang diperhatikan sekarat dan bagaimanakah hukum Yahudi mengajarkan tentang ini? Gordon menyatakan:
hukum mengenai goses [seseorang yang sedang sekarat], ditentukan oleh pendeta Yahudi ketika “seseorang yang dalam tiga hari kematian”, orang itu tidak bisa melakukan sesuatu untuk memperpendek hidup seseorang, bahkan membebaskan dia menderita
dilemma menarik makanan dan cairan menjadi mengikat kedalam kerangka waktu terbatas dalam tiga hari sebelum kematian untuk mengatakan bahwa orang itu adalah “orang sedang sekarat”. Kemudian, Ruang, pengacara, menasehati bahwa “lebih dari reaksi emosional untuk menahan makanan dan cairan . . . menghilangkan [mereka] akan tentunya mengakibatkan kematian”. Dalam Judaisme, ada “pengabaian dengan kepercayaan daripada dengan tindakan atau mitzyah yang berarti “firman” atau “kewajiban suci”. Maka, bahkan untuk pasien sakit terminal yang masih tidak dianggap goses oleh hukum Yahudi, firman itu adalah untuk menghidupkan setiap waktu hingga yang paling sempurna, dimana meliputi penanganan dengan makanan dan cairan secara alamiah atau, dalam banyak kasus, secara artifisial.
Faktor lain dalam dilemma apakah menahan atau menarik makanan dan cairan adalah jalan-memalukan yang mendorong dari diskusi [kematian] . . . kenyataannya [orang yahudi] takut kengerian dari kematian”. Penolakan kematian ini, pada masa, atau ketidak inginan untuk membahas kematian, untuk alasan apapun, mungkin menghalangi orang sakti dengan terminal dari terdidentifikasi sebagai goses. Bahkan ahli etika medis mengakui bahwa ideal menilai mereka yang adalah sekarat tidak dapat diubah “adalah sulit untuk memenuhi . . . dalam membuat kebijakan kegagalan”. Berarti bahwa diagnosis kegagalan sistem terminal tidak selalu jelas, kebijakan nilai tentang kehidupan berarti untuk pasien Yahudi, dan juga “tentang menghargai usaha”, hanya bisa dihakimi oleh pasien Yahudi sendiri dan keluarga pasien jika dia tidak mampu membuat keputusan.
Kecurigaan
Adalah fakta bahwa banyak orang Yahudi mencurigai industri rumah sakit US, secara mendasar pada dua masalah budaya-agama. “yang pertama, orang Yahudi secara umum merasa bahwa    rumah sakit adalah gerakan Kristen . . . yang kedua . . . kegelisahan yang didasarkan-budaya golongan Yahudi Amerika disekitar masalah Kematian”, seperti yang sebelumnya dibahas.
Bagi Yahudi, merasakan rumah sakit sebagai gerakan “Kristen” mungkin membawa pemikiran ketakutan, pembuangan, dan penajisan badan. Ketakutan adalah karena pengalaman masalalu dengan anti-Semitisme; pembuangan adalah karena pasien dan keluarga orang Yahudi tidak mungkin menyadari bahwa rumah sakit akan mengijinkan mitzyah bikkur holim”, i.e., hadir secara terus menerus pada sisi tempat tidur orang sakit secara terminal; penajisan badan adalah karena hukum orang Yahudi mengenai perawatan badan pada masa kematian dan setelah kematian adalah sungguh jelas dan sangat berbeda dari cara orang Kristen. Dengan pandangan rumah sakit sebagai Kristen, pertanyaan bisa muncul seperti, “akankah orang Kristen peka terhadap cara orang Yahudi?” akankah saya mempu memperoleh kebiasaan dan tradisi orang Yahudi saya dihormati?” keraguan ini sering hadir dalam pasien dan keluarga Yahudi, bahkan walaupun industri rumah sakit  umum sungguh-sungguh secara transcultural terorientasi dan, untuk bagian kebanyakannya, sekuler.
Juga, konsep tempat waktu adalah sangat berbeda bagi pasien sakit orang Yahudi dengan terminal, ketika dibandingkan dengan pasien Kristen. Jika orang Yahudi merasa bahwa hanya konsep Kristen dalam melihat kedepan  setelah hidup  dan memberikan kehidupan seseorang diatas kasih sayang, Raja Seseorang [Tuhan] dijaga dalam perawatan rumah sakit, konsep waktu milik orang Yahudi disini dan sekarang mungkin dipikir salah dipahami atau diabaikan. Walaupun banyak kepercayaan orang Yahudi di akherat, mereka tidak secara umum memikirkan tentang apa yang mungkin terjadi setelah kematian, ataupun apakah mereka tinggal didalamnya. “kehidupan yang ditinggal-dengan baik, daripada ‘kematian yang baik’ adalah kebahagiaan besar bagi orang Yahudi dalam kejujuran”. Pengabaian relatif Judaisme kepada akherat muncul dalam hukum dan kebiasaan [orang Yahudi] disekitar kematian”.
Keluarga dan Komunitas
Hubungan adalah konsep kunci dalam spiritualitas orang Yahudi. Penting bagi pasien sakit orang Yahudi secara terminal adalah keterlibatan keluarga dan seringkali mereka yang dari komunitas Yahudi mereka. Rabbi Dennis berkomentar, menggunakan konsep “kematian yang baik” sebagai sebuah analogi:
“kematian yang baik” [bagi orang Yahudi adalah] . . . seseorang dimana menderita diminimalkan; nilai mereka dinyatakan oleh keluarga, sahabat dan komunitas; mereka dipastikan terus diingat oleh komunitas kepercayaan; dan mereka memiliki keyakinan bahwa semua kehidupan mereka sebelum masa itu memiliki arti.

Perhatian Transkultural, Etika, Dan Resmi

di United States, ada yang mendasari “nilai mutlak dalam etika dan hukum tentang sekarat dan kematian”. Perawatan melihat nilai ini yang tergambar dalam kode etik profesional mereka, yang didasarkan pada pandangan Hippocratik. Angka satu prinsip pandangan ini mengatakan, “tidak berbuat jahat”. Perhatian  transkultural, etika, dan resmi mengenai dehidrasi terminal (menahan dan menarik makanan dan cairan) ketika merawat untuk pasien sakit Yahudi secara terminal dalam industri rumah sakit umum harus meliputi penerapan beberapa prinsip etika, yaitu, keadilan, otonomi, kemurahan hati, dan tidak merugikan.
Keadilan
Keadilan, mengacu kepada “nilai kewajaran, membutuhkan perlakuan semua orang . . . tanpa menyimpang. Ini adalah penting bahwa personel rumah sakit menyadari bahwa Yahudi secara akut sadar fakta bahwa “[Holocaust] dimulai dengan penerimaan sikap . . . bahwa ada semcam sesuatu seperti hidup tidak berharga dinikmati”. Prinsip keadilan dalam hal ini mengatakan bahwa sikap demikian tidak memiliki tempat dalam rumah sakit terhadap setiap pasien. Kebutuhan dan keinginan individual pasien Yahudi harus diperhatikan oleh personel rumah sakit dalam penerangan sejarah “horor” ini dan semua ini bisa termasuk bagi pasien Yahudi dalam tatacara bukan Yahudi.
Otonomi
Prinsip etika dalam otonomi terkait dengan “gagasan kebulatan tekad-diri. Gagasan persetujuan yang diberitahukan adalah perpanjangan resmi [dalam prinsip ini]”. Petunjuk sebelumnya, sebuah keinginan etika, dan kerjasama dengan pasien dan keluarga dalam mengembangkan rencana perawatan merawat adalah campur tangan untuk memajukan melatih prinsip otonomi untuk pasien Yahudi. Rabbi Gordon menasehati  congregant Yahudi (anggota kongregasi Yahudi):
Kamu bisa melindungi dirimu sendiri dari perawatan medis yang tidak diinginkan ketika kamu tidak lagi kompeten dengan mempersiapkan petunjuk sebelumnya . . . karena tidak ada dokumen bisa mengantisipasi setiap kemungkinan kejadian medis, kamu juga harus menunjuk seseorang ketika wakil perawatan kesehatan kamu membuat pilihan untukmu.
Pasien sakit Yahudi secara terminal harus dinasehati pada kemungkinan dalam menahan dan menarik makanan dan cairan, sehingga mereka bisa membuat keinginan mereka diketahui dalam petunjuk sebelumnya dan, lebih pentingnya, untuk wakil perawatan kesehatan mereka berhadapan dengan setiap keadaan yang tidak diharapkan menurut keinginan pasien sakit secara terminal.
Sebuah keinginan etika adalah “kebiasaan Yahudi yang dihargai-waktu dalam meninggalkan warisan spiritual untuk keluarga dan teman”. Pasien ingin melakukan ini, mungkin ingin membantu dari pendeta Yahudi. Sebuah keinginan etika menantang pasien Yahudi menyebutkan apa yang paling penting dalam kehidupan mereka dan bagaimana mereka ingin diingat. Keinginan etika disebutkan disini karena, dalam peristiwa dimana makanan dan cairan ditahan dan ditarik, pasien yang sedang sekarat mungkin ingin keluarganya memiliki warisan tertulis dimana dia menilai kehidupan, tetapi juga tidak mencoba memperpanjang kematian, menurut hukum Yahudi.
Akhirnya, menerapkan prinsip otonomi meminta perawat rumah sakit bekerja sama dengan pasien Yahudi dan keluarganya dalam mengembangkan rencana perawatan merawat. Perawatan fisik, meliputi kemungkinan menahan dan menarik makanan dan cairan harus dibahas; perawatan emosional dan psikologi, meliputi sistem pendukung pasien siap memperoleh dan sistem pendukung dimana rumah sakit menyediakan, jika dibutuhkan atau diinginkan; dan, akhirnya, perawatan spiritual, ketika untuk pasien Yahudi mungkin ingin menyediakan perawatan ini. Untuk orang Yahudi  beragama atau tidak beragama, memberitahukan pasien dimana rumah sakit menyediakan perawatan spiritual untuk pasien dalam batas-batas konsep dimana memeluk pandangan bahwa semua pasien adalah spiritual, sementara beberapa orang adalah beragama dan beberapa orang tidak. Perawatan spiritual rumah sakit tidak mengubah keyakinan dan mengacu kepada kehadiran belas kasihan dan empati satu makhluk manusia kepada orang lain. Perawatan ini mungkin menyediakan banyak kenyamanan untuk pasien dan Keluarga Yahudi pada waktu keputusan untuk menahan dan menarik makanan dan cairan dipertimbangkan.
Kemurahan hati dan tidak merugikan
Akhirnya, prinsip bermurah hati (berbuat baik) dan tidak merugikan (tidak berbuat jahat) bisa diterapkan untuk campur tangan perawatan bagi pasien Yahudi dan keluarga ketika membuat keputusan untuk memilih atau menolak dehidrasi terminal untuk perawatan akhir hidup. “ini adalah kebutuhan untuk menjelajahi pandangan pemberi perawatan keluarga dalam  . . . dehidrasi terminal. Itu mungkin menguntungkan untuk menghitung kembali studi Cox, dimana:
Cox membedakan diantara gejala akut yang menemani penghentian cairan mendadak dalam kesehatan orang dewasa dari gejala-gejala itu dimana dengan bertahap berkembang selama proses kematian alami. Opini Dr. Cox dimana dehidrasi terminal tidak sangat menyakitkan didasarkan pada pengamatan lebih dari 4,000 pasien yang ditemui.
Juga, menasehati pasien dan keluarga dimana pandangan rumah sakit dalam campur tangan ini terkait dengan motif menjaga kenyamanan pasien dan tidak untuk “membunuh pasien”. Memberitahu pasien dan keluarga dalam waktu ketika tubuh manusia tidak bisa lagi menguntungkan dimana seharusnya menguntungkan, i.e., makanan dan cairan. Secara aktual, menyediakan makanan dan cairan mungkin membebani pasien, yang, tidak mampu memetabolis mereka dalam akhir hidup, akan untuk perlengkapan dan edema paru-paru. Zerwekh menulis dalam “keuntungan” dehidrasi terminal pada akhir hidup. Keuntungan itu lebih sedikit episode tidak terkendali, lebih sedikit penderitaan muntah, dan pembuluh atau isapan tidak akan perlu untuk pengurangan tekanan udara. Satu studi dia juga menyebutkan titik untuk sebuah kemungkinan “pengaruh anesthesi melalui perubahan kimia darah”.
Evaluasi yang banyak dan menaksir lagi pasien sakit Yahudi secara terminal adalah penting sekali untuk menerapkan prinsip tidak merugikan. Karena hidup adalah seperti nilai yang dipandang bagi orang Yahudi, membuat pilihan ini mengenai masalah akhir hidup, seperti menarik dan menahan makanan dan cairan, mencoba untuk mengetahui ketika hidup tidak ditopang tetapi kematian diperpanjang, bisa sangat menyakitkan bagi keluarga orang Yahudi. Perawat rumah sakit harus diberitahu dalam gambar klinik untuk mengaitkan informasi ini dalam cara yang sensitif dan tepa waktu, sehingga pasien Yahudi (jika mungkin) dan keluarga mampu membuat pilihan yang diberitahukan menurut pandangan Yahudi khusus mereka.

Kesimpulan

Dehidrasi terminal mungkin adalah opsi yang dapat hidup untuk perawatan akhir hidup untuk pasien Yahudi, menyediakan bahwa laporan yang menyenangkan dalam kondisi penurunan pasien diberikan untuk keluarga (atau wakil perawatan kesehatan) jika pasien tidak mampu berbicara untuk dirinya. Perawat rumah sakit harus memberikan tanda klinik yang mendetail, jika mungkin, dimana campur tangan selanjutnya, seperti menyediakan makanan atau cairan, secara aktual bisa memperpanjang proses sekarat, dimana melawan hukum Yahudi tradisional, dan maka mungkin membantu keluarga membuat pilihan yang diberitahukan. Juga, ini adalah sangat penting bagi perawat rumah sakit menjadi peka  terhadap fakta dimana dehidrasi terminal mungkin menyajikan dilema etika ketika merawat untuk pasien sakit Yahudi secara terminal karena banyaknya keputusan sulit dalam menentukan dimana pasien Yahudi dalam periode tiga hari sebelum kematian diperhatikan orang sekarat (goses), menurut hukum Yahudi dimana menyatakan kesukaran mungkin dihilangkan pada waktu ini. Akhirnya, perawat rumah sakit harus mengembangkan rencana perawatan merawat kerjasama dengan ukuran pendukung dengan menggunakan campur tangan yang menandai hasil yang menerapkan prinsip etika keadilan, otonomi, murah hati, dan tidak merugikan.

Sumber: American Journal of Hospice and Palliative Care. Volume 17, number 3, May/ June 2000

Related Post:

Written by: Hyen Indiar Advariant Updated at: 11.03

Penulis: Hyen Indiar ~ Building directory

Artikel Jurnal Amerika Dalam Pengobatan Rumah Sakit Dan Peringanan ini dipublish oleh Hyen Indiar pada hari Sabtu, 29 November 2014 Terima kasih Anda telah membaca artikel tentang Jurnal Amerika Dalam Pengobatan Rumah Sakit Dan Peringanan ini. Sertakan link http://advariant.blogspot.com/2014/11/jurnal-amerika-dalam-pengobatan-rumah.html ini jika anda gunakan sebagai referensi. Semoga bermanfaat bagi anda. Jika anda menyukai Blog ini, silahkan like di http://facebook.com/hyen.indiar dan follow kami di http://twitter.com/linkvariasi. Terima kasih atas kunjungan serta kesediaan Anda membaca dan berkomentar tentang artikel ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berkomentar yang sopan, setiap komentar yang sesuai tema akan diterima dengan baik, dan yang Anonymous kami mohon maaf terpaksa dihapus!